Postingan

Menampilkan postingan dengan label budaya Jember

amp body













RUMAH KAFE JEMBER sejak 2015
Set On New Normal Certified Barista by BNSP LSP KI

KOPI yang baik adalah sehitam IBLIS, panas seperti NERAKA, semurni MALAIKAT, dan manis kaya KAMU

Karena KOPI kita bisa PINTAR

Kedai kecil serasa rumah sendiri, dikelola dengan senyum serta tawa juga dikawal barista tersertifikasi untuk ngopi, ngobrol atau membahas tentang apa saja

buka setiap hari mulai pk 18.00

DALAM PAHIT KOPI TERSELIP MANIS DAN RASA YANG LUAR BIASA
Temukan kami di Our Story | Instagram | Twitter | Facebook | Google | Maps | WAme

Obrolan Seru Pelog Temor, Lengger hingga Ludruk Jember, Sebuah Warisan Budaya yang Masih Bertahan

Gambar
Obrolan Seru Pelog Temor, Lengger hingga Ludruk Jember, Sebuah Warisan Budaya yang Masih Bertahan Oleh: Para Pegiat dan Pelaku Budaya di Warung Kopi Balai RW Institute “Man Leseg dan lenggernya iku kancaku ngopi neng stasiun dan pasar Tanjung, wes!” canda Partu Sukarto* sambil tertawa. Obrolan santai di antara para pecinta seni ini tak hanya sekadar guyonan, tapi juga menyentuh sejarah kesenian lokal yang mulai terlupakan. Salah satunya adalah Gending Pelog Temor—sebuah komposisi musik khas yang diyakini berasal dari budaya Madura, khususnya wilayah Tapal Kuda (Jember, Bondowoso, Situbondo). Uniknya, meski dinamakan “Pelog”, gending ini tetap diiringi gamelan slendro, bukan laras pelog seperti di Jawa. “Pelog Temor itu nama gending kuno yang dikenal orang Madura dari Sumenep hingga Tapal Kuda. Sayang, penciptanya sudah tidak diketahui,” jelas Cak Cid**, menambahkan bahwa setiap daerah punya cengkok (gaya) dan geretan (alur musik) yang berbeda. Menurutnya, Jember Utara menyimpan banyak ...