Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

amp body













RUMAH KAFE JEMBER sejak 2015
Set On New Normal Certified Barista by BNSP LSP KI

KOPI yang baik adalah sehitam IBLIS, panas seperti NERAKA, semurni MALAIKAT, dan manis kaya KAMU

Karena KOPI kita bisa PINTAR

Kedai kecil serasa rumah sendiri, dikelola dengan senyum serta tawa juga dikawal barista tersertifikasi untuk ngopi, ngobrol atau membahas tentang apa saja

buka setiap hari mulai pk 18.00

DALAM PAHIT KOPI TERSELIP MANIS DAN RASA YANG LUAR BIASA
Temukan kami di Our Story | Instagram | Twitter | Facebook | Google | Maps | WAme

Bajingan, Para Pemandu Sapi dan Pegon Penggerak Perekonomian Masa Lampau

Gambar
Bajingan, Para Pemandu Sapi dan Pegon Penggerak Perekonomian Masa Lampau*   Sejarah Pegon di Jawa tidak terlepas dari kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. Pegon, gerobak tradisional yang ditarik oleh sapi, telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Jawa, khususnya di daerah pesisir seperti Jember sejak masa lampau. Kemudian muncul sebagai acara tradisi lokal dan telah berlangsung sejak tahun 1989 dan terus dilestarikan hingga kini.  Pegon tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi untuk membawa hasil panen atau material bangunan, tetapi juga sebagai simbol kekayaan budaya dan identitas lokal. Di Jember, Parade Pegon diadakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada alam, di mana mereka menghias pegon dengan ornamen budaya Jawa dan mengenakan pakaian tradisional, untuk tetap mengingatkan pada publik bahwa Pegon punya peran penting pada masa lalu.  Sementara itu, pengemudi pegon, yang sering disebut "bajingan" memiliki peran penting dala

Gajah Jawa, Emang Ada Gajah di Jawa?

Gambar
  Pola dekoratif pada mangkuk kuningan, Jawa - Indonesische Kunstnijverheid, Platen-atlas met inleiding van Prof. T.J. Bezemer, tanpa tahun, hal 110  Gajah Jawa, Emang Ada Gajah di Jawa?*  Gajah-Gajah**  Jah, gajah, mrene tak kandhanijah   Mripat kaya laron, siyung loro  Kuping gedhe  Kathik nganggo tlale  Buntut cilik tansah kopat-kapit  Sikil kaya bumbung  Mung mlakumu megal-megol  **Tembang Dolanan-Sebuah Refleksi Filosofi Jawa, Umi Farida, dkk., Balai Bahasa Jawa Tengah, 2016 Ini adalah tembang yang biasa dilantunkan di permainan anak Jawa Tengah, tembang ini menggambarkan tentang binatang bernama gajah.  Gajah Jawa ( Elephas maximus sondaicus ) memang memiliki sejarah menarik. Seperti cerita bahwa gajah diperkenalkan kepada Sultan Sulu oleh East India Company pada tahun 1750 ke #Nusantara, atau sengaja di datangkan dari suatu tempat ke Nusantara, utamanya Jawa. Juga teori yang menyatakan, bahwa gajah di Jawa masa itu didatangkan dari India melalui kapal.  Berdasarkan relief di pan

Mongso Bediding, Dinginnya Jawa dan Hangatnya Kopi Rempah

Gambar
Mongso Bediding, Dinginnya Jawa dan Hangatnya Kopi Rempah*  Mongso mbediding adalah istilah bahasa Jawa yang merujuk pada periode di awal musim kemarau ketika suhu udara terasa lebih dingin dari biasa. Fenomena ini terjadi pada bulan Juli hingga Agustus di Pulau Jawa.  Dalam kalender pertanian Jawa sendiri, atau Pranoto Mongso, musim bediding masuk ke dalam "kasa" atau "kasiji," yaitu musim pertama dalam penanggalan pertanian Jawa. Musim ini berlangsung sekitar 40 hari, dari pertengahan Juni hingga awal Agustus.  Kasiji, Mongso Pertama, terjadi di pertengahan Juni sampai Agustus awal. Ditandai dengan suhu lebih dingin, sering disebut sebagai "bediding". Ini adalah awal musim kemarau dengan suhu udara dan kelembapan rendah. Kebanyakan Petani biasanya memulai kegiatan menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Petani kopi sedang dalam puncak panen kopi untuk kopi petik merah.  Kaloro, Mongso Kedua, jatuh pada awal Agustus hingga pertengahan Oktober. Suhu